Monday, April 24, 2006

Penjual Kain Kiloan di Cigonewa, Bandung

PAHAM JENIS KAIN JUSTRU DARI PEMBELI

KLIK - DetailSepanjang jalan kawasan ini dijual aneka macam kain kiloan. Pembelinya mulai dari ibu rumah tangga, toko, garmen sampai butik. Asal teliti memilih, bisa mendapat kain berkualitas bagus dengan harga relatif murah.

KLIK - DetailTak salah bila orang mengatakan, Bandung adalah kota kain. Pasalnya, di Kota Kembang ini banyak yang menjual kain berkualitas bagus dengan harga miring. Tempatnya tersebar di berbagai sudut kota. Salah satunya di kawasan Cigonewa. Uniknya, di sepanjang jalan raya ini banyak yang menjual kain kiloan. Tempatnya mulai dari rumah kecil sampai toko besar.
Bila hari libur tiba, bisa dipastikan pengunjung terutama kaum ibu yang belanja membludak. Apalagi, menjelang Lebaran seperti beberapa waktu lalu. "Tak hanya ibu-ibu yang biasanya beli eceran, butik maupun konveksi juga mencari kain di sini," ujar Dadang, salah satu penjual kain di Cigonewa.
Kain yang dijual Dadang dan rekan seprofesinya adalah kain sisa yang didatangkan dari luar negeri. Mereka mengambil langsung dari Tanjung Priuk, Jakarta. "Sehabis kulakan, saya menghubungi langganan lewat telepon. Biasanya, pagi-pagi mereka sudah nunggu di depan pintu. Bahkan, toko-toko di sekitar sini, terkadang membeli kain pada kami."
Dalam seminggu, Dadang bisa dua kali belanja kain ke Tanjung Priuk. Tak tanggung-tanggung, sekali belanja bisa mencapai satu kontainer. Kain yang dibeli dalam hitungan yar tersebut (1 yar = 90 cm, Red.) dibawa ke Bandung dengan meggunakan truk.
Terkadang, Dadang yang buka usaha bersama saudara-saudaranya tak selalu mendapat kain yang dibutuhkan. Pasalnya, "Di Tanjung Priuk, para pedagang kain seperti kami juga banyak dan berebut. Padahal, jumlah kain terbatas. Sering kami hanya dapat 1 - 2 rol.
Jenis kain yang dijual Dadang bermacam-macam. Mulai dari kaus, katun, sampai brokat. Harganya berkisar antara puluhan ribu sampai ratusan ribu rupiah per kilo. Ada juga kain yang dijual per meter. "Kami khusus menjual kain dari Korea. Makanya harganya relatif mahal. Apalagi hanya beberapa toko yang khusus menjual kain dari Korea. Harga bisa turun, tapi hanya sedikit," imbuh Dadang.

KLIK - DetailLAHAN MILIK SENDIRI
Sebelum berjualan kain, Dadang menjual ban di daerah Caringin. Suatu hari, datang orang Korea membeli ban. "Setelah ngobrol-ngobrol, dia memberi tahu saya peluang usaha yang bagus. Yaitu usaha kain yang bisa diambil dari Tanjung Priuk. Tampaknya, menarik juga," kenang Dadang.
Oleh karena usaha ban yang ditekuni kurang menjanjikan, Dadang memutuskan alih usaha seperti disarankan teman barunya. Ia mulai mengambil kain di Tanjung Priuk. "Usaha ban saya tutup. Saya pun pindah ke Cigonewa. Ternyata, hasil jualan ban enggak sebanyak jualan kain," kisahnya.
Sebagai pemain baru, awalnya Dadang tidak tahu seluk-beluk kain. Bahkan, soal jenis-jenis kain pun ia tak mengerti. "Saya justru banyak tahu macam kain dari pembeli. Misalnya saja saya tak punya kain yang dinginkan pembeli, mereka menjelaskan ciri-ciri kain tersebut. Nah, saat belanja ke Tanjung Priuk, kami mencoba nyari."
KLIK - DetailKeputusan Dadang untuk banting setir agaknya tak meleset. Sekarang, dalam sehari omzet tokonya mencapai Rp 2 - 3 juta. Saat keadaan sepi pun ia masih mampu meraih Rp 1 juta. "Pembeli saya berasal dari berbagai Kota. Antara lain Tasik, Garut, Cirebon, Yogyakarta, Tegal, sampai Bali. Khusus pembeli dari Tegal, mereka seringkali membeli kain yang kurang bagus untuk diolah menjadi celana hawaii."
Dadang lebih bersyukur karena toko tempat ia berusaha bukan lahan sewaan, melainkan miliknya sendiri. "Rata-rata di sini memang begitu. Makanya, harga kain di Cigonewa lebih murah dibanding toko lain. Apalagi saya tak perlu bayar karyawan karena saudara-saudara saya ikut membantu," ujar Dadang sembari menambahkan, tokonya buka dari pukul 07.30 - 16.00.

KLIK - DetailMIRIP GUDANG
Berbeda dari Dadang, H. Nunu (58) khusus menjual kain produk lokal. Semua jenis kain yang dijual di tokonya adalah kain sisa produksi pabrik di Bogor, Tangerang, dan Bandung. "Saya tak mau kain impor. Soalnya, harganya lebih mahal. Saya, kan, jual kain khusus untuk konsumen kecil-kecilan," ujar Nunu.
Namanya saja kain sisa, aku Nunu, kain yang dijualnya ada juga yang cacat. "Makanya saya selalu menganjurkan pembeli agar melihat kain sacara cermat. Sedangkan untuk kain yang bagus, pembeli harus pesan dulu. Selain itu, mereka harus pesan dalam jumlah banyak," ujar pria yang mengawali usahanya dari nol.
Sebelumnya, Nunu berjualan sampah plastik. Hasil daur ulang plastik antara lain digunakan untuk membuat ember dan mainan anak-anak. Lama-kelamaan, Nunu jenuh juga karena, "Prosesnya yang lama bikin capek. Setelah dikumpulkan, sampah plastik harus dicuci dulu, dijemur baru dijual. Akhirnya saya pindah ke usaha ini. Waktu itu masih baru. Saya coba-coba mengikuti langkah orang lain," jelasnya.
Waktu itu pada 1982, Nunu menerima tawaran dari sebuah pabrik tekstil untuk membeli kain sisa dan cacat. Dengan modal Rp 154 ribu, Nunu berhasil mendapatkan 25 kg kain sisa. Lalu, dia mengontrak sepetak rumah di daerah Cigonewa. "Saya menjualnya dengan harga murah. Untung sedikit tak apa, yang penting dagangan laku."
Prinsip dagang Nunu terbukti manjur. Dalam waktu singkat, kain dagangan Nunu ludes diserbu pembeli. Lama-kelamaan, jumlah dagangannya meningkat 50 kg, 100 kg, dan seterusnya. "Saya mulai menerima banyak pesanan," cetusnya.
Pelan-pelan, Nunu berhasil membeli rumah yang semula dikontraknya. Ia membangun bangunan besar untuk tokonya. Sepintas, toko ini lebih mirip gudang karena gulungan kain yang dijual Nunu tidak lagi dipajang dalam ruang kecil. Namun, ditempatkan di atas rak-rak besar dalam ruangan luas.

KLIK - DetailBUKTI BON DITUKAR HADIAH
Usaha Nunu terus berkembang. Kini, ia punya tiga toko serupa di Jln. Cigonewa. Dalam menjalankan usahanya, ia dibantu H. Asep, adiknya, yang membantu urusan lapangan. "Saya lebih banyak mengurus soal manajemen."
Lebih dari 500 jenis kain yang dijual Nunu. Antara lain katun, brokat, saten, dan waterproof. Semua berbahan baku sama yaitu polyester. Itu sebabnya, di tokonya Nunu menyediakan delapan buah tabung pemadam kebakaran. "Polyester, kan, sangat gampang terbakar. Makanya, kami melarang orang merokok di dalam toko," tandas Nunu.
Kain waterproof kebanyakan diserbu pembeli dari Medan. "Mereka menggunakannya untuk bikin tenda, jaket, atau tutup mobil. Setelah itu, biasanya dijual lagi. Selain itu, kami juga menjual bahan untuk sepatu dan tas sekolah," imbuh Nunu yang pembelinya berasal dari berbagai kota. .
Begitu larisnya, dalam sehari, sebuah toko Nunu yang dibuka sejak pukul 07.00 - 17.00 bisa menjual ratusan kilo kain. Selama berjualan, Nunu pernah mengelami peristiwa lucu. Pernah ada pembeli yang hanya ingin membeli 3 ons. "Saya bingung ngasih harga berapa.
Akhirnya, malah saya berikan secara cuma-cuma."
Dikatakan Nunu, ia punya cara tersendiri untuk mengikat pelanggannya. Bon pembelian masing-masing pelanggan dikumpulkan. Lalu, menjelang Lebaran seperti kemarin, pembeli berhak mendapat hadiah sesuai besarnya jumlah pembelian. Hadiahnya cukup bervariasi, mulai dari rantang, selusin piring, gelas, radio, sampai teve. "Kami sengaja melakukannya agar pembeli senang," ujarnya.
Menurut Nunu, apa yang diraihnya tak lepas dari rejeki yang diberikan Tuhan. Sikap inilah yang membuatnya selalu menolak tawaran kredit dari bank untuk mengembangkan usahanya. "Modal cukup apa adanya. Toh, begini saja sudah bisa menghajikan saudara-saudara saya yang lain," ujar Nunu dengan rendah hati.



Hasuna Daylailatu
FOTO-FOTO: Widi Nugroho
(http://www.tabloidnova.com/articles.asp?id=1944)

Friday, March 24, 2006

Produk Baru di GTA DotCom

Saat ini ada beberapa produk baru di Grosir Tanah Abang Dot Com, bukan produk garment atau fashion, ini sedikit berbeda.. tapi karena produk tersebut cukup unik dan harganya yang kompetitif maka kami putuskan untuk mendisplaynya di www.grosirtanahabang.com

Produk-produk tersebut adalah Ceramic Drink Set, terdiri dari cangkir, mug, teko dan guci kecil yang terbuat dari keramik.

Harganya bervariatif, dari Rp. 30.000,- sampai Rp. 40.000,- persetnya.

Satu produk lagi yang tak kalah unik adalah Sepeda Motor Mini yang merupakan tiruan dari sepeda motor Honda, dengan ukuran panjang 105cm, tinggi 55cm, bahan bakar bensin. Ini merupakan mainan anak-anak usia 7-12 tahun. Harganya adalah Rp. 3.500.000,- per unit. Saat ini jumlah unitnya sangat terbatas, so.. kalau tertarik buruan order.

Rgd,
Sales GTA DotCom

Thursday, March 09, 2006

Show Me The Money!

Pernah baca Tabloid Peluang Usaha? Isinya TDA banget, menurut saya. Simpel, to the point. Tidak ilmiah, tapi street smart. Menggugah pembaca untuk take action dan show me the money! Lihat saja, judul-judul artikel di edisi no.15 20 Maret - 02 April 2006 ini:
- Ayam Bakar Ganthari, Omset per bulannya Hampir Rp. 900 Juta
- Bolen Mayasari, Sebulan Bisa Untung Rp. 90 Jutaan
- Surabi Imut Bandung, Omset Sebulan Bisa Mencapai Rp. 60 Juta
- Martabak Top Bandung di Jakarta, Omset Rp. 600 Ribu Sehari, Untungnya Hingga 40%
- Kelom Geulis, Keuntungan Bersih Sampai Rp. 300 Juta per Pemesanan
- Peyek Kacang Hijau Suratmi, Hasilkan Omset Rp. 35 Juta Hanya dari Jualan Peyek

Isinya yang lain juga tidak kalah serunya, mencakup peluang-peluang usaha dengan modal cekak, konsultasi bisnis, ide-ide bisnis baru dan sebagainya. Pokoknya TDA banget lah. Saya merekomendasikan anggota TDA untuk berlangganan tabloid ini. Saya sendiri selalu menyempatkan diri membeli tabloid ini, sekedar membuka wawasan bisnis di luar bidang saya saat ini. It worth reading, I think..

Saya sendiri suka dengan pendekatan to the point seperti ini. Istilah "show me the money" awalnya saya dengar di film Jerry McGuire yang dibintangi oleh Tom Cruise. Istilah ini juga diulangi oleh Pak Tung, saat saya masih melakukan business coach dengan beliau. Ya, bisnis itu harus menghasilkan uang. Profit. Kalau tidak, namanya bukan bisnis. As simple as that.

Sabtu lalu, saat bertemu dengan Pak Bob Julius Onggo, salah seorang pakar internet marketing. Saya sempat minder saat beliau mengakses website saya, www.manetvision.com. Tampilannya sangat sederhana sekali. Nggak ada apa-apanya. "Yang penting show me the money, Pak", kata saya dengan sedikit malu. Jawab beliau," Nggak apa-apa Pak, website saya juga sederhana kok", lanjutnya sambil mengakses websitenya di www.presentationsupport.com di laptopnya. Ternyata, websitenya juga sederhana, nggak canggih. "Buat apa canggih-canggih, Pak. Yang penting UUD, Ujung-Ujungnya Duit", imbuhnya sambil tersenyum.

Komunitas TDA ini pun harusnya begitu. Action oriented. To the point: show me the money. Kalau nggak ada duitnya, buat apa kita ngumpul-ngumpul seperti ini. Mendingan cari kerjaan yang lain.

Saya tidak mempromosikan cara berpikir materialistis. Serba duit. Tidak. Toh, selama mengawal TDA ini saya tidak dapat uang sepeser pun, kok. Malah uang saya yang banyak keluar. TDA adalah misi saya yang lain. TDA adalah salah satu panggilan jiwa saya. Saya ingin berkontribusi dengan cara saya. More than just money..

Misi TDA adalah menciptakan anggotanya menjadi pengusaha kaya yang suka memberi dan berbagi. "Enlightened Millionaire" menurut istilah Mark Victor Hansen dan Robert Allen dalam bukunya The One Minute Millionaire dan Cracking The Millionaire Code. TDA menjadi akselerator untuk para calon pengusaha kaya yang kemudian bisa membantu orang lain untuk menjadi kaya juga. Syaratnya, kita harus kaya dulu.. Target saya minimal setahun lagi ada 10 pengusaha baru yang berpenghasilan minimal 30 juta per bulan di TDA ini.

Anda siap? Ayo, mulai sekarang juga. Supaya tambah semangat, kita sudah set bulan Juni-Juli 2007 adalah saat kita menikmati jerih payah dari sekarang dengan mengadakan Tour TDA ke Singapura, Malaysia, Thailand. Sudah 60 orang lebih yang daftar, lho!

Ayo, mulai sekarang jalankan bisnis anda dengan serius. Show me the money! Sampai jumpa di Singapura, Malaysia, Thailand, Juni-Juli 2007!

From: RoNi To: tangandiatas

Sunday, March 05, 2006

Menguasai Pasar dan Survive dalam Persaingan

Dalam sejarah ahli perang Sun Tzu, tertoreh catatan tentang adu strategi dalam perang demi memenangkan peperangan, yaitu penyatuan kerajaan-kerajaan di Tiongkok pada masa itu. Memang, tantangan kerajaan-kerajaan di Tiongkok waktu itu adalah ekspansi wilayah. Tujuannya tak lain supaya kerajaan mendapatkan penguasaan tanah yang lebih luas, memperbesar kekuasaan atau pengaruh politik, sekaligus mencegah munculnya agresor.

Dalam dunia bisnis, tantangannya kurang lebih sama. Perusahaan harus selalu mencari kesempatan supaya terus tumbuh dan meningkat kinerja maupun keuntungannya. Nah, tantangannya adalah:

(1) Menambah pangsa pasar dari produk sekarang dalam pasar yang ada,
(2) Mencari pasar baru untuk produk tersebut,
(3) Mengembangkan produk baru untuk pasar yang ada sekarang, dan
(4) Mengembangkan bisnis baru dengan produk baru dan pasar yang baru pula.

Dalam perang kemiliteran, jumlah kekuatan mempunyai keunggulan pasti, terutama bila kekuatan yang saling bertempur memiliki teknologi yang hampir sama. Sebab itu, dalam 13 Bab Strategi Perang Sun Tzu ditegaskan tentang fundamentalnya peran jumlah kekuatan untuk memastikan kemenangan.

Menurut Sun Tzu, "Tentara yang tidak memiliki peralatan berat akan kalah dalam pertempuran. Tentara yang tidak mempunyai bahan makanan tidak dapat bertahan hidup. Tentara yang tidak mempunyai persediaan tak mungkin melanjutkan pertempuran."

Sama halnya dalam dunia bisnis. Perusahaan yang ingin melakukan ekspansi atau mempertahankan posisinya sebagai market leader harus memiliki competitive advantage dibanding kompetitornya. Misalnya, keunggulan kompetitif dalam hal manajemen, manpower, peralatan dan sistem produksi, permodalan, pasokan bahan baku, teknologi, dan penguasaan pasar. Sebelum memutuskan melawan kompetitor atau melakukan ekspansi pasar, seorang pemimpin perusahaan harus sungguh-sungguh menganalisis secara seksama kelemahan maupun kekuatan perusahaannya.

Contoh: industri perbankan. Bank besar umumnya punya keunggulan dalam penyediaan jasa yang beragam, luas cakupannya, luas jaringannya, dan biaya lebih rendah. Dengan keunggulan tersebut bank-bank besar relatif lebih mudah menjangkau pasar internasional, meninggalkan jauh di belakang bank-bank kecil.

Namun ingat, sesuatu yang besar bisa dirintis melalui sesuatu yang kecil. Barangkali sebuah perusahaan diawali dengan manajemen, manpower, peralatan dan sistem produksi, permodalan, pasokan bahan baku, teknologi, dan penguasaan pasar yang standar atau bahkan minim. Tetapi jika modal dasar tersebut dipoles oleh pemimpin yang hebat, dengan strategi yang tepat, serta teknologi yang canggih, bukan mustahil, pada saatnya nanti perusahaan itu akan segera mencapai puncak kejayaannya.

Demikian dari saya
Andrie Wongso
Action & Wisdom Motivation Training
Succes is My Right
Salam Sukses Luar Biasa!
www.andriewongso.com

Saturday, March 04, 2006

Choose to Listen

Choose to listen It is easy to get angry with those who criticize you. But it is better to listen and to consider what they have to say. If the criticism is completely misdirected and unfounded, then you can simply let it go. Yet often it can be valuable and productive to objectively consider what your critics are thinking.

The worst response to criticism is to become angry, insulted and defensive. For by doing so, you actually give more power and credibility to that criticism. Instead, listen carefully and appreciatively to what your critics have to say. Even if the criticism is decidedly negative, somewhere there are positive insights that you can gain from it. Don't let your ego prevent you from learning something valuable. Being receptive to criticism strengthens your confidence and can improve your competence.
Choose to know and understand what others think of you. Instead of getting angry and defensive over the words of others, choose to listen, consider and grow stronger because of them.

Friday, March 03, 2006

Google Tricks

Dear All,

Buat rekan rekan yg hadir di seminar internet atau yg ingin membuat web untuk berbisnis, Pak onggo bilang kalau search engine itu adalah salesman terbaik di internet bisnis jadi kita perlu memahami seluk beluknya.
Berikut sedikit ulasan tentang search engine paling populer didunia google

Google memiliki sebuah perangkat lunak crawler bernama Googlebot yang merupakan robot untuk melakukan indexing terhadap halaman web (sekarang bukan hanya halaman web). Prinsipnya sederhana sekali, begitu googlebot membaca sebuah halaman web maka ia akan menambahakan dalam daftar kunjungannya serta menelusuri semua link yg ada dalam halaman tersebut.

Jadi, secara teori googlebot akan mengenali semua halaman web yang terdapat dalam sebuah situs, kecuali yang "orphan" (halaman web yg tidak memiliki link kedalam). Bisa dibayangkan volume data yang di bawa oleh googlebot, oleh karena itu googlebot didistribusikan di ratusan seerver yang tersebar di internet

Selanjutnya googlebot juga melakukan index terhadap halam web yg sama secara reguler, mengingat banyak halaman web yang contentnya selalu berubah. Frekuensi kunjungan googlebot inlah yg banyak dicari webmaster untuk mendapatkan trafic. Sering tidaknya kunjungan googlebot ini tergantung dari "PageRank" Halaman web tersebut (aspek yg "PageRank" ini akan saya bahas di artikel selanjutnya)

Jadi seperti yang pak Onngo bilang search engine itu makannnya text!!!

semoga berguna
firdaus
www.halimc17.com

(From: kingking firdaus To: tangandiatas@yahoogroups.com)

Thursday, March 02, 2006

Koleksi Busana Muslim 2

Koleksi Busana Muslim Azil-La

Stelan Aikon matching pakai selendang
bahan: Aikon, bagian dalam wolly
ukuran: S, M, L, XL
warna: hijau melon, merah salam, kopi susu, krem, putih, biru toska, kuning kentang, pink tua, pink muda, hitam
harga: @ 150rb













Blus Aikon


bahan: Aikon, bagian dalam wolly
ukuran: S, M, L
warna: hijau melon, merah salam, kopi susu, krem, putih, biru toska, kuning kentang, pink tua, pink muda, hitam
harga: @ 75rb











Kami juga melayani pemesanan seragam ibu-ibu pengajian dengan design sesuai dengan permintaan. Minimal pemesanan adalah 20 stel (satu kodi)